082120011651
Cara Pengujian DCP

Cara Pengujian DCP

Pengujian ini secara tidak langsung dapat dipakai untuk menentukan nilai CBR lapangan dari tanah dasar (sub-grade).

Peralatan Yang Digunakan

  1. Penumbuk seberat 9,07 kg (20 lb) yang dapat dijatuhkan bebas setinggi 50,8 cm (20 inch), melalui sebuah batang peluncur bergaris tengah 16 mm (5 /8 inch), yang dilengkapi dengan landasan pemukul (anvil).
  2. Batang penetrasi terdiri dari besi/baja bulat bergaris tengah 16 mm (5/8 inch) sepanjang 90 cm, yang dilengkapi dengan kerucut pada ujungnya.
  3. Kerucut (conus), yang terbuat dari baja keras dengan sudut puncak 30 serta diameter terbesarnya adalah 2 cm (atau luasnya = 1,61 cm2).
  4. Alat ukur berupa penggaris dan rol meter dengan panjang 100 cm, dan skala 0,50 cm.

Tata Cara Pengujian DCP

  1. Gali permukaan tanah pada lokasi pengujian sampai pada kedalaman dimana pengukuran awal nilai CBR akan dievaluasi. Jika pengujian dilakukan pada badan jalan dengan perkerasan, singkirkan semua bahan perkerasan yang ada.
  2. Letakkan alat DCP secara vertikal, berikan tumbukan awal secukupnya (seating blows), untuk menanamkan ujung kerucut sampai garis tengahnya yang terbesar terletak pada permukaan tanah yang akan diuji.
  3. Pasang alat ukur dalam posisi vertikal, bersebelahan dengan batang penetrasi di permukaan tanah. Gunakan batas landasan pemukul sebagai datum pengukuran.
  4. Lakukan penumbukan dengan palu yang dijatuhkan bebas, ukur dan catat kedalaman penetrasi untuk setiap tumbukan. Pekerjaan dilakukan oleh minimal dua orang.
  5. Apabila jenis tanah yang diuji sangat keras (penetrasi kurang dari kira-kira 0,2 cm/tumbukan), berikan serangkaian tumbukan sebanyak 5 atau 10 kali, kemudian ukur kedalaman penetrasi yang terjadi.
  6. Percobaan dihentikan apabila telah tercapai keadaan seperti berikut ini:
    a. Tidak terdapat penurunan berarti untuk 10 tumbukan terakhir berturut-turut.
    b. Kedalaman penetrasi telah mencapai kedalaman/ketebalan lapisan yang hendak dievaluasi.
    c. Batang penetrometer telah masuk seluruhnya ke dalam tanah.
  7. Keluarkan alat dari dalam tanah dengan jalan memukulkan palu dengan arah ke atas pada baut pembatas tinggi jatuh (stop nut).
  8. Akibat dari langkah pada point (7) yang dilakukan secara berulang-ulang, dapat menyebabkan pemanjangan yang nyata dari batang peluncur, sehingga diperlukan

pengecekan setiap kali akan melakukan percobaan, dengan mengatur baut pembatas tinggi jatuh pada posisi yang tepat.

Referensi :

Pedoman untuk Pengumpulan rutin Data Lapangan untuk Desain, Dep.PU, 1989, appendix

error: Content is protected !!